Jahe, Salah Satu Komoditas Pekon Sumberejo

Kegiatan Desa Komoditas Pekon Potensi Wisata

SUMBEREJO – Jahe adalah salah satu komoditas pertanian yang saat ini sedang naik daun dan mampu memberikan hasil yang cukup menggiurkan. Komoditas ini memiliki beragam varietas, serta yang sedang naik daun adalah Jahe Merah dan Jahe Gajah, dengan nama ilmiah Zingiber officinale.

Tanaman Jahe sangat dikenal di hampir seluruh wilayah Indonesia, karena manfaatnya yang sangat baik, terutama untuk campuran minuman kesehatan, seperti STMJ. Jahe dapat memberikan kehangatan pada tenggorokan dan tubuh, sangat cocok diminum dalam kondisi udara yang dingin. Jahe juga dapat dimanfaatkan sebagai campuran untuk membuat dodol, permen jahe, selai jahe, dan masih banyak lainnya.

Tanaman jahe dapat tumbuh di dataran rendah sampai wilayah pegunungan, dari ketinggian 0-1.500 m dpl. Tanaman ini membutuhkan curah hujan yang relatif tinggi, yaitu 2.500-3.000 mm/tahun. Berkaitan dengan curah hujan yang relatif tinggi tersebut, tanaman jahe membutuhkan kelembaban yang tinggi juga untuk pertumbuhan optimalnya, yaitu sekitar 80%, karenanya jahe cenderung menghendaki tempat-tempat yang bercurah hujan tinggi sampai tanaman berumur 5-6 bulan.

Tanaman ini menghendaki tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik agar memperoleh hasil yang optimum. Tanaman ini menghendaki suhu 25-30 °C. Jahe mempunyai akar serabut yang tumbuhnya tidak begitu dalam sehingga pengolahan tanahnya tidak perlu terlalu dalam, panjang akar serabut jahe sekitar 10-35 cm. Kedalaman optimal pengolahan tanaman jahe sekitar 20-35 cm saja.

Sumberejo merupakan pekon yang berada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Wilayah ini berada di paling selatan bagian Kecamatan Pagelaran. Sumberejo berjarak sekitar 6,1 Km dari Pagelaran sebagai Ibukota Kecamatan Pagelaran. Pekon ini terletak di dataran rendah dengan ketinggian berkisar 117-130 meter di atas permukaan laut (m dpl), dengan rata-rata ketinggian berkisar 119 m dpl serta beriklim tropis.

Sumberejo memiliki bukit yang berada di bagian barat dengan ketinggian berkisar 205 meter di atas permukaan laut (m dpl). Sumberejo terdiri atas 2 Dusun dan 7 RT, serta 518 Kepala Keluarga. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah yang agamis serta mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Sumberejo adalah daerah dengan curah hujan yang signifikan, bahkan di bulan terkering terdapat banyak hujan. Suhu rata-rata di Sumberejo adalah 26,2 °C dengan curah hujan rata-rata 2.397 mm. Curah hujan paling sedikit terdapat pada bulan Juli, dengan rata-rata sebesar 121 mm.

Musim hujan rata-rata jatuh pada bulan Desember, dengan curah hujan rata-rata 273 mm. Suhu tertinggi rata-rata terdapat pada bulan April, sebesar 26,7 °C. Januari adalah bulan terdingin, dengan suhu rata-rata 25,7 °C. Perbedaan curah hujan antara bulan terkering dan bulan terbasah adalah 152 mm sepanjang tahun, dengan perbedaan suhu sebesar 1,0 °C.

Jahe di Sumberejo Pagelaran ditanam di bawah tegakan pohon kakao, hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan lahan yang dimiliki oleh pembudidayanya. Iklim yang sesuai untuk membudidayakan jahe, menjadikan sebagian petani yang ada di Sumberejo menanam jahe sebagai salah satu usaha pertaniannya. Penanaman dilakukan dalam polibek yang telah berisikan campuran tanah dan pupuk, agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Penggunaan polibek juga dijadikan alternatif untuk meminimalisir pencucian unsur hara oleh air hujan. Jahe untuk konsumsi umumnya di panen pada umur 6-10 bulan sejak tanam sedangkan untuk bibit di panen pada umur 10-12 bulan. Produktivitas jahe berkisar 15-25 ton/hektar, hal tersebut sesuai dengan cara pemeliharaan dan varietas jahe yang digunakan.

Harga komoditas ini per November 2016 yaitu, Jahe Merah berkisar antara Rp. 10–15 ribuan sedangkan Jahe Gajah sedikit lebih mahal berkisar antara Rp. 15–20 ribuan untuk per kilogramnya. Jahe untuk bibit memiliki harga lebih tinggi, yaitu harga bibit jahe merah kwalitas unggul berada pada kisaran 20-28rb/kg dan untuk jahe gajah bibit kwalitas super harga 25-30rb/kg. Usaha tersebut cukup prospektif apabila dikelola dengan baik. Omset yang akan diperoleh jika harga Rp. 10 ribu/Kg dengan produktivitas 1 hektar diperoleh 15 ton yaitu Rp. 10.000 x 15.000 Kg= Rp. 150.000.000. Pendapatan total kasar sebelum dikurangi biaya produksi sebesar Rp 150 Juta, angka yang cukup fantastis jika benar dalam mengelola usaha tani komoditas ini

2 thoughts on “Jahe, Salah Satu Komoditas Pekon Sumberejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *